Minggu, 10 Juni 2012

cara mengatasi anak yang masih suka ngompol


Pada usia lima tahun, 
anak seharusnya sudah bisa mengatur 
panggilan alaminya untuk ke toilet.
Andai ia masih kesulitan 
dengan urusan buang air kecil, 
segeralah beri bantuan. 
Jika tidak diatasi, 
bukan cuma pengasuh yang akan kerepotan,
anak juga bisa merasakan 
dampak negatif dari 
ketidakmampuannya mengontrol 
desakan untuk pipis.

Psikolog Sani B Hermawan  menjelaskan, 
idealnya setelah usia lima tahun 
anak harus berhenti mengompol. 
Sebab, pada usia lebih dari 
18 bulan saja anak sudah mulai bisa 
diajak untuk beralih dari popok ke toilet. 
Ketika itu, otot-otot 
kandung kemihnya sudah lebih matang.

Pada usia tersebut, 
anak umumnya juga bisa memahami perintah sederhana. 
Dia pun mampu menahan kemih 
selama dua sampai tiga jam. 
Amati saja siklus pipisnya. 
Sediakan potty chair yang nyaman dan menarik. 
Lalu, dengan cara yang menyenangkan, ajak anak berkemih.

Bagaimana dengan anak yang 
lebih besar namun masih suka mengompol? 
”Penyebabnya beragam, termasuk pola asuh 
orang tua yang salah dan orang 
tua tidak konsisten,” paparnya.

Selain itu, anak tidak menjalankan 
konsekuensi atau hukuman yang diberikan 
orang tua ketika ia mengompol. “Ini karena 
anak malas, tidak mau mematuhi peraturan,
” tambahnya. Tak hanya itu, anak yang terlalu
 capai pada siang hari juga bisa memicu ia 
 mengompol pada malam harinya. “Ini karena 
 aktivitasnya memacu gerakan peristaltiknya,” ujarnya.

Penyebab lain, bisa karena anak 
terlalu banyak mengonsumsi soda. 
Tetapi, anak mengompol, menurut Sani, 
juga bisa karena ada kelainan organ dalam anak. 
“Coba amati mana penyebab yang paling sesuai 
dengan kondisi anak dan berikan bantuan yang tepat.”

Bagaimana anak yang suka mengompol 
pada siang hari? Anak membasahi celananya 
pada siang hari biasanya karena ia menahan pipis. 
Kemungkinan besar dia malas, takut, atau sedang a
syik bermain. Konsistensi peng asuh 
dibutuhkan agar anak tidak melulu mengandalkan popok.

Lalu, bagaimana cara mengatasi 
anak yang masih suka mengompol? 
Kebiasaan mengompol pada anak 
bukanlah hal yang mudah. Diperlukan peran 
yang kuat dari orang tua dan anak itu sendiri. 
“Untuk mengatasi anak agar tidak mengompol 
perlu dilakukan toilet training,” kata Sani.

Toilet training adalah cara anak 
untuk mengontrol kebiasaan buang air kecil. 
Proses ini membutuhkan waktu, pengertian, 
dan kesabaran. Yang paling penting diingat 
adalah orang tua tidak bisa mengharapkan 
dengan cepat si anak langsung bisa menggunakan toilet. 
“Tetapi, pada usia lima tahun, 
training ini harus sudah berhasil dilakukan,” ucap Sani.

Kalau tidak berhasil, anak akan alami 
gangguan psikologis. Anak menjadi tidak percaya 
diri menyusul celana basahnya. 
“Itu sebabnya kemampuan berkemih di 
toilet dianggap sebagai pencapaian 
besar bagi anak,” ujar Sani.

Toilet training:

1. Sebelum tidur ajak anak 
   buang air kecil terlebih dahulu
   
2. Bangunkan anak setelah tidur 
   pada malam hari untuk buang air kecil. 
   Jika jam tidur anak 
   delapan jam, bangunkan anak 4 jam setelah tidur
   
3. Kurangi minum soda. 
   Soda mengandung bahan perangsang 
   metabolisme yang memicu anak berkemih.
   
4. Perbanyak minum air putih

5. Berikan konsekuensi pada 
   anak yang suka mengompol. 
   Ajak anak mencuci bekas ompol, 
   angkat seprai, dan celana bekas ompol. 
   Harus ada kesadaran bahwa ada 
   konsekuensi kalau anak mengompol.
   
6. Gunakan alarm anti mengompol. 
   Misalnya, pada jam tertentu ajarkan 
   anak buang air di kamar mandi. 
   Untuk anak yang agak besar akan mengerti, 
   tetapi untuk anak yang kecil tentu 
   sangat menantang. Mereka harus selalu diingatkan.
   
7. Orang tua harus mau capai mengingatkan 
   anaknya untuk buang air kecil di kamar 
   mandi setiap satu jam atau satu jam 
   setengah pada siang hari. 
   Pada malam hari, orang tua 
   harus rajin bangun untuk mengingatkan 
   anak buang air kecil. 
   Ini akan membuat anak tidak 
   malas buang air kecil.
   
8. Orang tua juga harus peka, 
   pantau anak yang sudah mulai 
   gelisah ketika hendak buang air kecil. 
   Saat itu segera bawa anak ke kamar mandi.
   
9. Harus ada kerja sama dan bagi 
   tugas antara suami dan istri.
   
10. Jangan berikan popok yang seakan 
    membiarkan anak buang air 
 kecil di kasur atau di celana. 


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar